Kamis, 17 Januari 2013

BAB IV

    Mengumpulkan Dan Mengolah Data


Data adalah suatu keterangan yang diperlukan untuk memecahkan suatu masalah atau mendapat gambaran suatu keadaan. Pengumpulan data dapat bersumber dari: hasil ujian siswa, skor suatu pertandingan, pengukuran tinggi badan, pendataan penduduk, dan lain-lain.
Cara mengumpulkan data dapat dilakukan dengan beberapa cara:
  1. Pengamatan langsung (observasi)
  2. Angket (kuesioner)
  3. Wawancara
Data yang terkumpul dapat disajikan dalam bentuk tabel, diagram garis, diagram batang,diagram lingkaran, atau diagram gambar (piktogram).
Sebagai contoh, hasil ulangan matematika siswa kelas enam adalah sebagai berikut:
6, 6, 5, 7, 8, 8, 4, 9, 8, 8, 9, 9, 6, 4, 7, 7, 8, 9, 10, 8,
8, 9, 9, 4, 5, 5, 8, 9, 7, 7, 6, 9, 8, 7, 7, 8, 9, 8, 10, 10.
1) TabelData di atas jika ditampilkan dalam bentuk tabel akan seperti berikut:
Nilai Ulangan Matematika Banyak Siswa
NilaiBanyak Siswa
43
54
>64
77
811
98
103
Jumlah40
Dari bentuk tabel di atas, data akan jauh lebih mudah dibaca, dihitung rata-rata (Mean), nilai tengah (Median), Modus, bahkan diubah ke dalam diagram garis, diagram batang, diagram lingkaran, bahkan piktogram (diagram gambar).
2) Diagram Garis
diagram garis
3) Diagram Batang
diagram batang
4) Diagram Lingkaran
diagram lingkaran
Pada diagram lingkaran, kebanyakan frekuensi data disajikan dalam bentuk angka, persen, atau sudut.
5) Piktogram
Piktogram
Penyajian Piktogram hampir sama dengan tabel. Hanya saja pada piktogram frekuensi (banyak data) data diganti dengan simbol.

bangun ruang


Rumus Bangun Ruang - Matematika



Rumus Kubus

- Volume : Sisi pertama dikali sisi kedua dikali sisi ketiga (S pangkat 3)

Rumus Balok

- Volume : Panjang dikali lebar dikali tinggi (p x l x t)

Rumus Bola

- Volume : phi dikali jari-jari dikali tinggi pangkat tiga kali 4/3 (4/3 x phi x r x t x t x t)

- Luas : phi dikali jari-jari kuadrat dikali empat (4 x phi x r x r)

Rumus Limas Segi Empat

- Volume : Panjang dikali lebar dikali tinggi dibagi tiga (p x l x t x 1/3)

- Luas : ((p + l) t) + (p x l)

Rumus Tabung

- Volume : phi dikali jari-jari dikali jari-jari dikali tinggi (phi x r2 x t)

- Luas : (phi x r x 2) x (t x r)

Rumus Kerucut

- Volume : phi dikali jari-jari dikali jari-jari dikali tinggi dibagi tiga (phi x r2 x t x 1/3)

- Luas : (phi x r) x (S x r)

- S : Sisi miring kerucut dari alas ke puncak (bukan tingi)

Rumus Prisma Segitiga Siku-siku

- Volume : alas segitiga kali tinggi segitiga kali tinggi prisma bagi dua (as x ts x tp x ½)

- Luas : setengah alas segitiga kali tinggi segitiga kali dua ((1/2 as x ts) x 2)

Keterangan :
Phi adalah konstanta yang sifatnya tetap sebesar 22/7 atau sama dengan 3,14



Selasa, 15 Januari 2013

BAB III


Menghitug Luas

      A.   Menghitung Luas Bangun Datar



v  Rumus Bujur Sangkar

      Bujur sangkar adalah bangun datar yang memiliki empat buah sisi sama panjang

      - Keliling : Panjang salah satu sisi dikali 4 (4S) (AB + BC + CD + DA)

      - Luas : Sisi dikali sisi (S x S)

v  Rumus Persegi Panjang

      Persegi panjang adalah bangun datar mirip bujur sangkar namun dua sisi yang berhadapan lebih pendek atau lebih panjang dari dua sisi yang lain. Dua sisi yang panjang disebut panjang, sedangkan yang pendek disebut lebar.

      - Keliling : Panjang tambah lebar kali 2 ((p+l)x2) (AB + BC + CD + DA)

      - Luas : Panjang dikali lebar (pl)

v  Rumus Segitiga

- Keliling : Sisi pertama + sisi kedua + sisi ketiga (AB + BC + CA)

- Luas : Panjang alas dikali pangjang tinggi dibagi dua (a x t / 2)

v  Rumus Lingkaran

- Keliling : diameter dikali phi (d x phi) atau phi dikali 2 jari-jari (phi x (r + r)

- Luas : phi dikali jari-jari dikali jari-jari (phi x r x r)

- phi = 22/7 = 3,14

v  Rumus Jajar Genjang atau Jajaran Genjang

      - Keliling : Penjumlahan dari keempat sisi yang ada (AB + BC + CD + DA)

      - Luas : alas dikali tinggi (a x t)

v  Rumus Belah Ketupat

- Keliling : Penjumlahan dari keempat sisi yang ada (AB + BC + CD + DA)

- Luas : alas dikali panjang diagonal dibagi 2 (a x diagonal / 2)

- Diagonal : Garis tengah dua sisi berlawanan

v  Rumus Trapesium

- Keliling : Penjumlahan dari keempat sisi yang ada (AB + BC + CD + DA)

- Luas : Jumlah sisi sejajar dikali tinggi dibagi 2 ((AB + CD) / 2)



Rumus Bangun Ruang - Matematika



Rumus Kubus

- Volume : Sisi pertama dikali sisi kedua dikali sisi ketiga (S pangkat 3)

Rumus Balok

- Volume : Panjang dikali lebar dikali tinggi (p x l x t)

Rumus Bola
- Volume : phi dikali jari-jari dikali tinggi pangkat tiga kali 4/3 (4/3 x phi x r x t x t x t)

- Luas : phi dikali jari-jari kuadrat dikali empat (4 x phi x r x r)

Rumus Limas Segi Empat

- Volume : Panjang dikali lebar dikali tinggi dibagi tiga (p x l x t x 1/3)
- Luas : ((p + l) t) + (p x l)

Rumus Tabung

- Volume : phi dikali jari-jari dikali jari-jari dikali tinggi (phi x r2 x t)
- Luas : (phi x r x 2) x (t x r)

Rumus Kerucut
- Volume : phi dikali jari-jari dikali jari-jari dikali tinggi dibagi tiga (phi x r2 x t x 1/3)
- Luas : (phi x r) x (S x r)
- S : Sisi miring kerucut dari alas ke puncak (bukan tingi)

Rumus Prisma Segitiga Siku-siku

- Volume : alas segitiga kali tinggi segitiga kali tinggi prisma bagi dua (as x ts x tp x ½)
- Luas : setengah alas segitiga kali tinggi segitiga kali dua ((1/2 as x ts) x 2)

Keterangan :
Phi adalah konstanta yang sifatnya tetap sebesar 22/7 atau sama dengan 3,14


BAB II

mengenal ukuran satuan volume perwaktu




Berikut ini adalah satuan ukuran secara umum yang dapat dikonversi untuk berbagai keperluan sehari-hari yang disusun berdasarkan urutan dari yang terbesar hingga yang terkecil :

a.       km = Kilo Meter
b.       hm = Hekto Meter
c.       dam = Deka Meter
d.       m = Meter
e.       dm = Desi Meter
f.       cm = Centi Meter
g.       mm = Mili Meter

A. Konversi Satuan Ukuran Panjang

            Untuk satuan ukuran panjang konversi dari suatu tingkat menjadi satu tingkat di bawahnya adalah dikalikan dengan 10 sedangkan untuk konversi satu tingkat di atasnya dibagi dengan angka 10. Contoh :

Ø  1 km    sama dengan  1.000 m
1 km    sama dengan  100.000 cm
1 km    sama dengan  1.000.000 mm
1 m      sama dengan  0,1 dam
1 m      sama dengan  0,001 km
1 km    sama dengan  10 hm
1 m      sama dengan  10 dm
1 m      sama dengan  1.000 mm

B. Konversi Satuan Ukuran Berat atau Massa

            Untuk satuan ukuran berat konversinya mirip dengan ukuran panjang namun satuan meter diganti menjadi gram. Untuk satuan berat tidak memiliki turunan gram persegi maupun gram kubik. Contohnya :

Ø  1 kg     sama dengan  10 hg
1 kg     sama dengan  1.000 g
1 kg     sama dengan  100.000 cg
1 kg     sama dengan  1.000.000 mg
1 g       sama dengan  0,1 dag
1 g       sama dengan  0,001 kg
1 g       sama dengan  10 dg
1 g       sama dengan  1.000 mg

C. Konversi Satuan Ukuran Luas

            Satuan ukuran luas sama dengan ukuran panjang namun untuk mejadi satu tingkat di bawah dikalikan dengan 100. Begitu pula dengan kenaikan satu tingkat di atasnya dibagi dengan angka 100. Satuan ukuran luas tidak lagi meter, akan tetapi meter persegi (m2 = m pangkat 2).

Ø  1 km2 sama dengan 100 hm2
1 km2 sama dengan 1.000.000 m2
1 km2 sama dengan 10.000.000.000 cm2
1 km2 sama dengan 1.000.000.000.000 mm2
1 m2 sama dengan 0,01 dam2
1 m2 sama dengan 0,000001 km2
1 m2 sama dengan 100 dm2
1 m2 sama dengan 1.000.000 mm2

D. Konversi Satuan Ukuran Isi atau Volume

            Satuan ukuran luas sama dengan ukuran panjang namun untuk mejadi satu tingkat di bawah dikalikan dengan 1000. Begitu pula dengan kenaikan satu tingkat di atasnya dibagi dengan angka 1000. Satuan ukuran luas tidak lagi meter, akan tetapi meter kubik (m3 = m pangkat 3).

Ø  1 km3 sama dengan  1.000 hm3
1 km3 sama dengan  1.000.000.000 m3
1 km3 sama dengan  1.000.000.000.000.000 cm3
1 km3 sama dengan  1.000.000.000.000.000.000 mm3
1 m3    sama dengan  0,001 dam3
1 m3    sama dengan  0,000000001 km3
1 m3    sama dengan  1.000 dm3
1 m3    sama dengan  1.000.000.000 mm3

Cara  Menghitung :

            Misalkan kita akan mengkonversi satuan panjang 12 km menjadi ukuran cm. Maka untuk merubah km ke cm turun 5 tingkat atau dikalikan dengan 100.000. Jadi hasilnya adalah 12 km sama dengan 1.200.000 cm. Begitu pula dengan satuan ukuran lainnya. Intinya adalah kita harus melihat tingkatan ukuran serta nilai pengali atau pembaginya yang berubah setiap naik atau turun tingkat/level.

Konversi ukuran satuan waktu 
1 Abad           = 100 Tahun
1 Windu         =  8 Tahun
1 Tahun         =   12 Bulan
1 Tahun         =  52 Minggu
1 Bulan          =  4 Minggu      
1 Minggu        =  7 Hari
1 Dasawarsa   = 10 Tahun
1 Hari            =  24 Jam
1 Jam             =  60 Menit
1 Menit           = 60 Detik 



BAB 1


BILANGAN BULAT

     A.   Menggunakan Sifat-sifat Operasi Hitung Bilangan
1 . Sifat Komutatif (pertukaran)
a. Sifat komutatif pada penjumlahan
Bentuk umumnya adalah: a + b = b + a
Contoh:
6 + 7
3 x 4
7 + 6 Komutatif
4 x 3
b. Sifat komutatif pada perkalian
Bentuk umumnya adalah: a × b = b × a
3 × 4
12
4 × 3
12
2. Sifat Asosiatif (pengelompokkan)
a. Sifat asosiatif pada penjumlahan
Bentuk umumnya adalah: (a + b ) + c = a + ( b + c )
Contoh:
(15 + 2) + 3
17 + 3
20
15 + (2 + 3)
15 + 5
20
b. Sifat asosiatif pada perkalian
Bentuk umumnya adalah: (a × b) × c = a × (b × c)
Contoh:
(5 × 7 × 3) = 5 × (7 × 3) = 105 Asosiatif
3. Sifat Distributif (penyebaran)
a. Sifat distributif perkalian terhadap penjumlahan
Bentuk umumnya adalah: a × (b + c) = (a × b) + (a × c)
Contoh:
13 × (12 + 3)
13 × (12 x 3)
13 × 15 = 195
(13 x 12) + (13 x 3)
156 + 39
195

b. Sifat distributif perkalian terhadap pengurangan
Bentuk umumnya adalah a × (b – c) = ( a × b) – (a × c)

Contoh:
25 × (30 – 10) = 25 × 20 = 500

      B.   Menentukan FPB dan KPK pada Dua Bilangan

1 . Menentukan FPB Dua Bilangan
Untuk menentukan FPB dari dua bilangan dengan cara sebagai
berikut:
a. Menentukan faktor pada masing-masing bilangan
b. Menentukan faktor persekutuan kedua bilangan
c. Menentukan faktor persekutuan kedua bilangan yang
mempunyai nilai terbesar
Contoh:
Tentukan FPB dari 24 dan 36
Jawab:
1. Uraikan menjadi faktorisasi prima dengan menggunakan pohon faktor
untuk kedua bilangan.
2. Menentukan faktorisasi primanya
   24 = 2 × 2 × 2 × 3 = 23 × 3
   36 = 2 × 2 × 3 × 3 = 22 × 32
3. Menentukan faktor yang sama dengan pangkat terkecil, yaitu 22 dan 3
   24 = 23 × 3
  36 = 22 × 32
FPB = 22 × 3 = 12
 4. Jadi FPB dari 24 dan 36 = 22 × 3
     = 12
2. Menentukan KPK Dua Bilangan
Menentukan KPK dari dua bilangan dengan cara berikut.
a. Menentukan kelipatan kedua bilangan
b. Menentukan kelipatan persekutuan kedua bilangan
c. Menentukan kelipatan persekutuan kedua bilangan yang mempunyai
nilai terkecil

Tentukan KPK dari 48 dan 60
􀁀 Pohon faktor dari 48 dan 60
Faktor prima dari bilangan 48 dan 60
48 = 2 × 2 × 2 × 2 × 3 = 24 × 3
60 = 2 × 2 × 3 × 5 = 22 × 3 × 5
􀁀 Faktor yang sama pangkat tertinggi dan faktor lainnya adalah
24 × 3 × 5
􀁀 KPK = 24 × 3 × 5
= 240
Jadi, KPK dari 48 dan 60 adalah 240
      C.   Menentukan FPB dan KPK pada Tiga Bilangan

1.         Menentukan FPB dari Tiga Bilangan
Untuk menentukan FPB dari tiga bilangan dengan cara sebagai berikut.
a. Menentukan kelipatan ketiga bilangan
b. menentukan kelipatan persekutuan ketiga bilangan
c. Menentukan kelipatan persekutuan ketiga bilangan yang mempunyai
nilai terkecil
Tentukan FPB dari 32, 48, dan 64
Faktorisasi prima dari 32, 48, dan 64:
32 = 2 × 2 × 2 × 2 × 2 = 25
48 = 2 × 2 × 2 × 2 × 3 = 24 × 3
64 = 2 × 2 × 2 × 2 × 2 × 2= 26
FPB = 24
= 16
Jadi, FPB dari 32, 48 dan 64 adalah 16
2. Menentukan KPK dari Tiga Bilangan
Contoh:
Tentukan KPK dari 60, 90 dan 120.
Faktorisasi prima dari 60, 90 dan 120 :
60 = 2 × 2 × 3 × 5 = 22 × 3 × 5
90 = 2 × 3 × 3 × 5 = 2 × 32 × 5
120 = 2 × 2 × 2 × 3 × 5 = 23 × 3 × 5
Faktor sama dengan pangkat terbesar 23 × 32 × 5
KPK = 23 × 32 × 5
= 8 × 9 × 5
= 360
Jadi, KPK dari 60, 90 dan 120 adalah 360
 D. Menentukan Akar Pangkat Tiga Suatu Bilangan Kubik
1 . Mengenal Bilangan Pangkat 3
13 dibaca satu pangkat tiga = 1 × 1 × 1 = 1
23 dibaca dua pangkat tiga = 2 × 2 × 2 = 8
33 dibaca tiga pangkat tiga = 3 × 3 × 3 = 27
43 dibaca empat pangkat tiga = 4 × 4 × 4 = 64
53 dibaca lima pangkat tiga = 5 × 5 × 5 = 125
63 dibaca enam pangkat tiga = 6 × 6 × 6 = 216
Jadi, 1, 8, 27, 64, 125, 216, … adalah bilangan kubik atau bilangan
pangkat tiga
Perhatikan contoh berikut ini
                       
Gambar di atas menunjukkan volume kubus.
Jika panjang rusuknya s, maka : Volume = s3 = ( s x s x s )
2. Menentukan Hasil Pangkat Tiga Suatu Bilangan
Contoh:
1. 33 = 3 × 3 × 3 = 27
2. (4 + 1)3 = 5 × 5 × 5 = 125
3. Operasi Hitung Bilangan Pangkat Tiga
Contoh:
 23 + 33 = .…
23 + 33 = (2 × 2 × 2) + (3 × 3 × 3)
= 8 + 27
= 35
4. Perkalian dan Pembagian
Contoh
23 × 43 = ….
Jawaban
23 × 43 = (2 × 2 × 2) × (4 × 4 × 4)
= 8 × 64
= 512